Paparan Konten Tidak Sesuai Usia di Dunia Digital bagi Anak Sekolah Dasar: Kajian Psikologi Teknologi
Keywords:
Paparan media digital, Konten yang tidak sesuai usia anak-anak sekolah dasar, Gaya pengasuhan, Literasi digital, Perkembangan perilakuAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengalaman anak-anak usia sekolah dasar dalam menghadapi konten digital yang tidak sesuai usia serta mengkaji dampaknya terhadap perkembangan perilaku, sosial, dan emosional mereka. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini melibatkan tiga anak berusia 4–8 tahun yang terpapar penggunaan gadget secara intensif tanpa pengawasan orang tua. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Temuan menunjukkan bahwa akses perangkat yang tidak terbatas, literasi digital orang tua yang rendah, dan pola asuh otoriter menciptakan kondisi yang meningkatkan risiko agresi verbal, keterampilan sosial yang buruk, serta regulasi diri dan kesadaran moral yang kurang berkembang. Paparan terhadap platform digital seperti TikTok, YouTube, dan permainan daring seperti Free Fire mempercepat peniruan bahasa dan perilaku yang tidak pantas serta tidak sesuai dengan perkembangan kognitif anak pada tahap operasional konkret. Selain itu, konten digital negatif memengaruhi pembentukan konsep diri dan regulasi emosi anak. Penelitian ini menyoroti perlunya mediasi digital aktif, pengawasan konten, aturan media yang konsisten, serta peningkatan literasi digital keluarga untuk memitigasi dampak negatif konten yang tidak sesuai usia terhadap perkembangan anak sekolah dasar.
References
Abdul, A. (2020). Data analysis techniques. 1–5.
Adrias, A., Ramadhani, S., & Zulkarnaini, Z. (2025). Pengaruh literasi digital terhadap perkembangan psikologis anak di era media baru. Jurnal Dharma Andalas, 9(1), 22–35. https://doi.org/10.55606/jpbb.v4i1.5671
Aulia, M., & Setyowati, D. (2023). Negative digital content exposure and self-concept formation in early childhood. Journal of Developmental Psychology Indonesia, 12(2), 88–102.
Bandura, A. (2001). Social cognitive theory of mass communication. Media Psychology, 3(3), 265–299. https://doi.org/10.1207/S1532785XMEP0303_03
Baumrind, D. (1991). The influence of parenting style on adolescent competence and substance use. The Journal of Early Adolescence, 11(1), 56–95.
Berutu, R. F. A. S. (2024). The influence of digital media on aggression in Indonesian children. International Journal of Health Sciences, 8(1), 77–89. https://international.appisi.or.id/index.php/IJHS/article/download/341/213
Domoff, S. E., Radesky, J. S., Harrison, K., & Lumeng, J. C. (2019). A naturalistic study of child and family screen media and mobile device use. Pediatrics, 143(6), e20181647.
Kemendikdasmen. (2024). Mendikdasmen dukung perlindungan anak di ruang digital. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. https://kemendikdasmen.go.id/siaran-pers/13324-mendikdasmen-dukung-perlindungan-anak-di-ruang-digital
Linebarger, D. L., & Vaala, S. E. (2010). Screen media and language development in infants and toddlers: An ecological perspective. Developmental Review, 30(2), 176–202. https://doi.org/10.1016/j.dr.2010.03.006
Livingstone, S., Mascheroni, G., Dreier, M., Chaudron, S., & Lagae, K. (2015). How parents of young children manage digital devices at home: The role of mediation and socio-economic background. EU Kids Online Report.
Livingstone, S., Mascheroni, G., & Stoilova, M. (2021). Parental mediation of children's digital media use: An updated review. New Media & Society, 23(8), 2365–2390. https://doi.org/10.1177/14614448211035646
Najmudin, M. F., Rachmawati, I., & Utami, S. (2023). Parenting use of digital technology in preschool children. Journal of Family Studies, 5(1), 55–67. https://journal.ipb.ac.id/jfs/article/download/49805/27026
Nisa, F. K., & Hadi, S. (2023). Pengaruh internet dan media digital terhadap perkembangan anak usia sekolah dasar. IMEIJ: Indonesian Journal of Educational Research, 5(2), 112–124.
Nurhayati, T. (2022). Konsep diri dan pembentukan identitas pada anak usia sekolah. Jurnal Ekonomi & Pendidikan, 7(2), 189–199.
Pratiwi, H. (2022). Disiplin digital dan mediasi media oleh orang tua pada penggunaan media digital anak. Jurnal Pendidikan Sosial, 10(2), 134–150.
Rahayu, S., & Novitasari, D. (2021). Authoritarian parenting and children’s aggression in digital contexts. Jurnal Psikologi Terapan, 9(3), 211–223.
Rahmawati, D. (2022). Tahap perkembangan kognitif anak menurut Piaget dan implikasinya terhadap pembelajaran. Jurnal Qosim, 4(1), 45–57.
Sari, A., & Pradipta, R. (2021). Algorithmic recommendation and children’s exposure to harmful content on social media. Journal of Digital Behavior, 3(1), 12–25.
Tremblay, R. E. (2010). Developmental origins of disruptive behaviour problems: The ‘original sin’ hypothesis, epigenetics and their consequences for prevention. Journal of Child Psychology and Psychiatry, 51(4), 341–367. https://doi.org/10.1111/j.1469-7610.2010.02211.x
Yunita, R., & Rachman, D. (2021). Cognitive development and digital media exposure in elementary school children. Jurnal Psikologi Nusantara, 4(1), 23–34.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Cahya Saptarini, Meta Anggrilia, Salwa Farhanah (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

