Pengaruh Jenis Tayangan Film Comedy Terhadap Mood Positif Pada Mahasiswa Akhir
Keywords:
Mood, Humor, TayanganAbstract
Mood positif merupakan keadaan emosional individu yang ditandai dengan perasaan senang, gembira, dan bahagia. Tayangan visual merupakan jenis tayangan yang mengandalkan indra penglihatan dengan menggunakan garis, bentuk, dan warna sebagai elemen utamanya. Sementara itu, tayangan audio adalah jenis tayangan yang hanya melibatkan indera pendengaran dan disampaikan dalam bentuk lambang-lambang auditif, baik melalui kata-kata maupun ekspresi nonverbal. Menurut Lane dan Terry (2000), Watson dan Tellegen menyatakan bahwa mood positif meliputi semangat yang ditandai dengan perasaan energik, bersemangat, dan waspada, serta kebahagiaan yang ditandai dengan perasaan puas dan gairah yang rendah. Film merupakan salah satu bentuk media yang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap individu dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk mood atau suasana hati. Salah satu genre film yang sering kali menjadi pilihan untuk menghibur dan mengangkat suasana hati adalah film komedi. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk memberikan perlakuan terhadap subyek agar mengetahui tingkat mood postif dengan memberikan perlakuan menonton film comedy (agak laen). Metode yang digunakan penelitian ini ialah kuantitatif eksperimen dengan desain unrandomize. Hasil penelitian ini mendapatkan nilai 0.259 sig. p> 0.05 yang dimana hipotesis Ho penelitian ini dapat diterima.References
AbdAleati, N. S., Zaharim, N. M., & Mydin, Y. O. (2016). Religiousness and mental health: Systematic review study. Journal of Religion & Health, 55(6), 1929–1937.
Abdullah, A., Hort, K., Abidin, A. Z., & Amin, F. M. (2012). How much does it cost to achieve coverage targets for primary healthcare services? A costing model from Aceh, Indonesia. International Journal of Health Planning and Management, 27(3), 226–245.
Aditomo, A., Ayuningtyas, A., 2008. Apakah hubungan antara orientasi belajar dan prestasi akademik tergantung pada konteks. Indonesian Psychological Journal. Vol 24, hal 56-68
Aggarwal, N. K. (2013). Cultural psychiatry, medical anthropology and the DSM-5 field trials. Medical Anthropology, 32, 393–398.
Alang, S. M. (2016). “Black folk don’t get no severe depression”: Meanings and expressions of depression in a predominantly black urban neighborhood in Midwestern United States. Social Science & Medicine, 157, 1–8.
Alfathoni, Muhammad Ali Mursid, dan Dani Mahesa. 2020. Pengantar Teori Film. Yogyakarrta: Deepublish.
Ananta, A., Arifin, E. N., Hasbullah, M. S., Handayani, N. B., & Pramono, A. (2015). Demography of Indonesia’s ethnicity. Singapore: Institute of Southeast Asian Studies.
APA. (2013). American Psychiatric Association: Diagnostic and Statistical Manual on Mental Disorder (5th ed.). Arlington, VA: American Psychiatric Association.
Ariana, A. D. (2005). Efektifitas terapi humor (humor therapy) terhadap penurunan tingkat stress pada mahasiswa baru Fakultas Psikologi Univjersitas Airlangga Surabaya. Skripsi. Fakultas Psikologi, Universitas Airlangga Surabaya.
Awaludin, S., Purnawan, I., & Upoyo, A. S. (2017). Pengaruh terapi musik kombinasi humor. Mersi Purwokerto. Prosiding,
Berger, Arthur Asa. 1993, An Anatomy of Humor. New Brunswick, NJ: Transaction Publishers.
Buchalter, S. I. (2009). Art therapy techniques and applications. London: Jessica Kingsley Publishers.
Choiruna, H. P., Erlyani, N., & Agustina, R. (2013). Penayangan film kartun komedi terhadap tingkat kecemasan sebelum OSCE pada mahasiswa PSIK FK UNLAM. Jurnal Kesehatan.
Deliyani, N. L., Marlina, S., & Mahajudin, M. (2015). Efektivitas Terapi Humor dengan Media Film Komedi untuk Menurunkan Tingkat Kecemasan pada Lansia. Hospital Majapahit (JurnaI Imiah Kesehatan Politeknik Kesehatan Majapahit Mojokerto).
Devine, E.G., Brief, D.J., Horton, G.E.,& LoCastro, J.S. (2010). Module 9 : Mood Management Comprehensive Addiction Treatment. Boston Center for Treatment Development and Training.
Ekkekakis, P. (2012). Affect, Mood, and Emotion. Library of Congress Catalogingin-Publication DataKhoirunnisa, F.G., Puspita, A., Dianingtyas, R.A., & Janah, N.M.A. (2019).
Fiske, S. T., & Taylor, S. E. (2008). Social cognition: From brains to culture. McGraw-Hill Education
Lane, Andrew M.; Terry, Peter C. (2000). The Nature of Mood: Development of a Conceptual Model with a Focus on Depression. Journal of Applied Sport Psychology.
Masruroh, D., Has, E. M. M., & Fauziningtyas, R. (2019). Pengaruh terapi humor dengan media film komedi tehadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Jurnal Keperawatan Komunitas.
Martin, R. A. (2007). The Psychologi of Humor: An Integrative Approach.USA: Academic Press.
Novrianti, Baya Pramudhita. 2018. Nilai Cinta Tanah Air dalam Film Tanah Surga Katanya. Skripsi S1 Ilmu Komunikasi. Universitas Semarang. https://eskripsi.usm.ac.id/detailG31A-17.html
Nurwela, T. S., Mahajudin, M. S., & Adiningsih, S. (2015).Efektifitas terapi tertawa untuk menurunkan tingkat depresi pada lanjut usia. Jurnal Ilmiah Kedokteran.
Jazadi. 2005. Evaluasi dan pengembangan proses belajar-mengajar di perguruan tinggi.Jurnal Ilmu pendidikan. Vol 12 no 1.
Russel, R Dan Taylor, B.W. (2009). Operation Management: Creating Value along the Supply Chain, 6th edition. John Willey & sons. New York.
Suwardi, Harun. 2006. Kritik Sosial dalam Film Komedi: Studi Khusus Tujuh Film Nya Abbas Akup. Jakarta: FFTV-IKJ Press.
Sri Wahyuningsih. (2019). Buku Ajar Asuhan Keperawatan Post Partum. CV BUDI UTAMA. www.deepublish.co.id
Wilshin, Mark. 2010. Sinema dalam Sejarah: Komedi. Jakarta: Keperpustakaan Populer Gramedia
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Hafidah Shofiyyah, Thalia Indah, Fairuz Miftahul Jannah, Natasya Alya Putri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

