Pengembangan branding desa terpadu dengan peningkatan kompetensi pendidikan masyarakat melalui media digital Di Desa Pangkalan Gelebak

Authors

  • M Zaki Maulana Universitas Islam Neger Raden Fatah Palembang
  • M Daffa Abhiyasa Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Yumi Permata Sari Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Yuanda Fracitilia Sudiar Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Aulia Rahmadani Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Jumanah Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Keywords:

branding desa, literasi digital, media digital, pemberdayaan masyarakat, kompetensi pendidikan

Abstract

Permasalahan utama dalam kegiatan pengabdian ini adalah rendahnya literasi digital masyarakat serta belum optimalnya pengembangan branding desa berbasis media digital di Desa Pangkalan Gelebak. Kondisi ini berdampak pada kurangnya eksposur potensi desa dan terbatasnya pemanfaatan teknologi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan branding desa terpadu sekaligus meningkatkan kompetensi pendidikan masyarakat melalui pemanfaatan media digital. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, workshop, dan pendampingan dengan pendekatan partisipatif. Mitra kegiatan adalah masyarakat Desa Pangkalan Gelebak yang terdiri dari perangkat desa, pemuda, dan pelaku UMKM dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang. Evaluasi dilakukan melalui observasi, kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan, serta wawancara mendalam untuk mengukur perubahan pengetahuan dan keterampilan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kompetensi peserta, yaitu pemahaman branding desa meningkat sebesar 60%, literasi digital sebesar 56%, kemampuan pembuatan konten sebesar 60%, dan pengelolaan media sosial sebesar 60%, dengan rata-rata peningkatan sebesar 59%. Selain itu, terjadi peningkatan soft skills berupa kepercayaan diri dan kemampuan kolaborasi masyarakat dalam mengelola media digital secara kolektif. Dampak lain yang dihasilkan adalah terbentuknya media sosial desa yang aktif sebagai sarana promosi potensi lokal. Dengan demikian, kegiatan ini efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus memperkuat identitas dan daya saing desa berbasis digital.

References

Anholt, S. (2010). Places: Identity, image and reputation. Palgrave Macmillan.

Castells, M. (2010). The rise of the network society (2nd ed.). Wiley-Blackwell.

Hankinson, G. (2004). Relational network brands: Towards a conceptual model of place brands. Journal of Vacation Marketing, 10(2), 109–121. https://doi.org/10.1177/135676670401000202

Helsper, E. J. (2021). The digital disconnect: The social causes and consequences of digital inequalities. Sage Publications.

Kavaratzis, M., & Ashworth, G. J. (2008). Place marketing: How did we get here and where are we going? Journal of Place Management and Development, 1(2), 150–165. https://doi.org/10.1108/17538330810889989

Kavaratzis, M., & Hatch, M. J. (2013). The dynamics of place brands: An identity-based approach to place branding theory. Marketing Theory, 13(1), 69–86. https://doi.org/10.1177/1470593112467268

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. (2021). Panduan pengembangan desa digital. Kemendes PDTT.

Kotler, P., Kartajaya, H., & Setiawan, I. (2017). Marketing 4.0: Moving from traditional to digital. Wiley.

Morgan, N., Pritchard, A., & Pride, R. (2011). Destination brands: Managing place reputation (3rd ed.). Routledge.

Nasution, A., Siregar, Z., & Harahap, M. (2022). Digital literacy in rural communities: Challenges and opportunities. Journal of Rural Development, 15(2), 45–60.

Nugroho, Y., & Prasetyo, A. (2018). Implementasi desa digital dalam meningkatkan partisipasi masyarakat. Jurnal Pembangunan Desa, 6(1), 12–25.

OECD. (2021). Enhancing rural innovation through digitalisation. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/1b5f2b34-en

Pratama, R., & Nugroho, H. (2021). Digital empowerment and community engagement in rural areas. Jurnal Komunikasi, 13(1), 77–90.

Raharjo, B., Widodo, T., & Santoso, H. (2020). Digital literacy and economic empowerment in rural Indonesia. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi, 14(2), 101–110.

Sari, D. P., Putri, A. N., & Lestari, R. (2021). Pemanfaatan media sosial untuk promosi desa wisata. Jurnal Ilmu Komunikasi, 9(2), 134–145.

Tapscott, D. (2015). The digital economy: Promise and peril in the age of networked intelligence (2nd ed.). McGraw-Hill.

UNDP. (2020). Digital transformation and rural development. United Nations Development Programme.

Van Dijk, J. (2020). The digital divide. Polity Press.

World Bank. (2019). World development report 2019: The changing nature of work. World Bank. https://doi.org/10.1596/978-1-4648-1328-3

Zenker, S., & Braun, E. (2017). Questioning a “one size fits all” city brand: Developing a branded house strategy for place brand management. Tourism Management, 65, 45–56. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2017.09.006

Downloads

Published

16-04-2026

How to Cite

M Zaki Maulana, M Daffa Abhiyasa, Yumi Permata Sari, Yuanda Fracitilia Sudiar, Aulia Rahmadani, & Jumanah. (2026). Pengembangan branding desa terpadu dengan peningkatan kompetensi pendidikan masyarakat melalui media digital Di Desa Pangkalan Gelebak. Kontribusi : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 59-68. https://digamed.net/index.php/kontribusi/article/view/616

Similar Articles

31-40 of 59

You may also start an advanced similarity search for this article.