Implementasi Pemberdayaan Perempuan dalam Penguatan Ekonomi Rumah Tangga melalui Olahan Selai Nanas (Ananas comosus L.) di Desa Modong, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim
Keywords:
pemberdayaan perempuan, ekonomi rumah tangga, selai nanas, pengabdian kepada masyarakat, potensi lokalAbstract
Pemberdayaan perempuan berperan penting dalam memperkuat ekonomi rumah tangga melalui pemanfaatan potensi lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas perempuan melalui pengolahan nanas menjadi selai bernilai tambah dengan pendekatan partisipatif berupa pelatihan dan pendampingan. Peserta terdiri dari 20–25 perempuan rumah tangga di sentra produksi nanas. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan hard skills sebesar 45%, soft skills dan minat berwirausaha 38%, serta pemahaman manajemen usaha 32%. Program ini efektif mendorong kemandirian perempuan dan ketahanan ekonomi keluarga serta berpotensi direplikasi pada komoditas lokal lainnya.
References
Bringle, R. G., & Hatcher, J. A. (2011). International service learning. New Directions for Higher Education, 2011(156), 3–28. https://doi.org/10.1002/he.463
Cornwall, A. (2016). Women’s empowerment: What works? Journal of International Development, 28(3), 342–359. https://doi.org/10.1002/jid.3210
Duflo, E. (2012). Women empowerment and economic development. Journal of Economic Literature, 50(4), 1051–1079. https://doi.org/10.1257/jel.50.4.1051
Food and Agriculture Organization. (2020). Reducing post-harvest losses in horticultural crops. FAO.
Hossain, M. F., Akhtar, S., & Anwar, M. (2015). Nutritional value and medicinal benefits of pineapple. International Journal of Nutrition and Food Sciences, 4(1), 84–88. https://doi.org/10.11648/j.ijnfs.20150401.22
Kabeer, N. (2016). Gender equality, economic growth, and women’s agency. Feminist Economics, 22(1), 295–321. https://doi.org/10.1080/13545701.2015.1095599
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (2021). Pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. KemenPPPA RI.
Kirkpatrick, D. L., & Kirkpatrick, J. D. (2006). Evaluating training programs: The four levels (3rd ed.). Berrett-Koehler.
Nugroho, A., Widodo, S., & Lestari, P. (2021). Pemberdayaan perempuan melalui pengolahan hasil pertanian lokal. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 5(2), 145–154.
Pratiwi, D. A., Handayani, T., & Sulastri, E. (2019). Nilai tambah pengolahan nanas menjadi produk olahan pangan. Jurnal Agroindustri, 8(1), 23–31.
Rahmawati, N., & Suryani, E. (2020). Pelatihan pengolahan buah lokal sebagai upaya peningkatan ekonomi keluarga. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 4(1), 55–64.
Sari, M., Putri, A. R., & Hidayat, R. (2022). Penguatan kapasitas perempuan melalui pelatihan olahan pangan berbasis rumah tangga. Jurnal Pengabdian Multidisiplin, 6(3), 201–210.
United Nations. (2021). The sustainable development goals report 2021. United Nations Publications.
UN Women. (2022). Progress on the sustainable development goals: Gender snapshot 2022. UN Women.
World Bank. (2023). Women, business and the law 2023. World Bank Publications.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
FAO. (2019). Agro-processing for rural development. Food and Agriculture Organization of the United Nations.
Brinkerhoff, D. W., & Morgan, P. J. (2010). Capacity and capacity development. Public Administration and Development, 30(1), 2–10. https://doi.org/10.1002/pad.559
OECD. (2019). Women’s economic empowerment. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/5f2a4b93-en
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Destaliya, Inda Febriani, Paisal Agung Nusantara, Nadia Ulfah, Pebianti Mapika Sari, Angita, Vinky Meylisa, Ahmad Ari Fatullah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


