Tradisi Kue Gunjing Di Acara 40 Harian Desa Penyandingan

Authors

  • Denanda Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Nadila Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Osti Nora Pratiwi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Putri Robiyanti Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Bertha Claudia Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Deta Hariani Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Siti Nur Aira Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Yassre Firsyah Ramadhanu Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Iredho Fani Reza Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Herman Pelani Kantor Desa Penyandingan, Indralaya, Ogan Ilir

Keywords:

Kue Gunjing, Acara 40 Harian, Identitas Masyarakat, Makna Sosial, Tradisi Kuliner Lokal

Abstract

Artikel ini membahas tradisi pembuatan dan penyajian kue gunjing dalam acara 40 harian di Desa Penyandingan. Kue gunjing yang berbahan dasar lokal memiliki makna simbolis dalam peringatan 40 hari wafatnya seseorang. Tradisi ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan, tetapi juga memperkuat ikatan sosial antarwarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif etnografi dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat, pembuat kue, dan keluarga penyelenggara acara. Dokumentasi berupa foto, catatan lapangan, serta arsip lokal turut melengkapi data. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menekankan makna simbolik bahan, proses, dan penyajian kue gunjing. Validitas data dijaga dengan triangulasi sumber dan keterlibatan langsung peneliti di lapangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tradisi kue gunjing tidak hanya berfungsi sebagai simbol religius, tetapi juga sebagai sarana memperkuat solidaritas dan menjaga identitas budaya masyarakat desa.

References

Desa- Desa. Tahlilan, Kegiatan Keagamaaan Untuk Mengenang Dan Mendoakan Orang Yang Telah Meninggal Dunia. 2023.

Hamzah Batik. Tradisi Tahlilan Peringatan Kematian 7, 40, 100, dan 1000 Hari di Jawa. 2025.

https://penyandingan.oganilirkab.go.id/

Kompasiana. com. Matang Puluh Dina, Adat Peringatan 40 Hari Meninggalnya Orang Jawa. 2020.

Kusumawati, R. Warisan Budaya Kuliner: Tradisi dan Makna dalam Masyarakat. Jakarta: Penerbit Budaya. 2020.

NU Online Jabar. Filosofi di Balik Menu Hidangan pada Acara Tahlilan. 2022.

Sari, D.Ritual dan Komunitas: Peran Tradisi dalam Memperkuat Hubungan Sosial. Yogyakarta: Penerbit Sosial. 2019.

Downloads

Published

25-08-2025

How to Cite

Denanda, Nadila, Osti Nora Pratiwi, Putri Robiyanti, Bertha Claudia, Deta Hariani, Siti Nur Aira, Yassre Firsyah Ramadhanu, Iredho Fani Reza, & Herman Pelani. (2025). Tradisi Kue Gunjing Di Acara 40 Harian Desa Penyandingan. Sumbangsih : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 27-33. http://digamed.net/index.php/sumbangsih/article/view/342