Pengembangan Keterampilan Bahasa Inggris dan Kepercayaan Diri Anak melalui Pembelajaran Edukatif di Kelurahan Rawa Maju
Keywords:
bahasa Inggris anak, pembelajaran edukatif, kepercayaan diri, KKN Rekognisi, pengabdian kepada masyarakatAbstract
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan dasar bahasa Inggris dan meningkatkan kepercayaan diri anak-anak di Kelurahan Rawa Maju melalui pembelajaran edukatif dan terstruktur. Permasalahan utama yang ditemukan adalah rendahnya penguasaan kosakata dasar bahasa Inggris, kurangnya keberanian anak-anak dalam berbicara menggunakan bahasa Inggris, serta minimnya media pembelajaran interaktif di lingkungan masyarakat. Kegiatan dilaksanakan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi dengan metode pembelajaran berbasis aktivitas, seperti pembinaan belajar bahasa Inggris, English Fun Learning, Reading Stories, English Quiz and Challenges, English Competition, serta workshop pembelajaran bahasa Inggris berbasis aktivitas harian untuk ibu dan anak. Sasaran kegiatan adalah sekitar 20–25 anak usia sekolah di Kelurahan Rawa Maju RT 09 RW 02 Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin. Pelaksanaan kegiatan dilakukan selama satu bulan dengan total 180 jam kegiatan. Evaluasi dilakukan melalui observasi, wawancara sederhana, dan evaluasi praktik selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan bahasa Inggris dasar peserta, terutama dalam penguasaan kosakata, membaca teks sederhana, dan menyusun kalimat sederhana. Sekitar 80% peserta mengalami peningkatan kemampuan penguasaan kosakata dasar bahasa Inggris, sedangkan 75% peserta mulai mampu menggunakan kalimat sederhana dalam praktik komunikasi. Selain itu, sekitar 85% peserta menunjukkan peningkatan rasa percaya diri dalam berbicara, membaca, dan tampil di depan umum menggunakan bahasa Inggris sederhana. Program ini juga meningkatkan partisipasi orang tua dalam mendukung pembelajaran bahasa Inggris anak melalui pembiasaan penggunaan bahasa Inggris sederhana di rumah. Dengan demikian, pembelajaran bahasa Inggris berbasis aktivitas dan edukatif terbukti efektif dalam meningkatkan hard skills dan soft skills anak-anak di lingkungan masyarakat.
References
Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. Freeman.
Brown, H. D. (2004). Language assessment: Principles and classroom practices. Pearson Education.
Cameron, L. (2001). Teaching languages to young learners. Cambridge University Press.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.
Crystal, D. (2003). English as a global language (2nd ed.). Cambridge University Press.
Fitriani, D. A., Apriliaswati, R., & Wardah. (2015). A study on student’s English speaking problems in speaking performance. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, 4(9), 1–13.
Gardner, H. (2011). Frames of mind: The theory of multiple intelligences. Basic Books.
Harmer, J. (2007). The practice of English language teaching (4th ed.). Pearson Education.
Ismaili, M. (2013). The effectiveness of using movies in the EFL classroom. Academic Journal of Interdisciplinary Studies, 2(4), 121–132.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Kebijakan Merdeka Belajar untuk peningkatan kualitas pendidikan Indonesia. Kemendikbudristek.
Krashen, S. D. (1982). Principles and practice in second language acquisition. Pergamon Press.
Linse, C. T., & Nunan, D. (2005). Practical English language teaching: Young learners. McGraw-Hill.
Nation, I. S. P. (2001). Learning vocabulary in another language. Cambridge University Press.
Nunan, D. (2003). Practical English language teaching. McGraw-Hill.
Piaget, J. (1972). The psychology of the child. Basic Books.
Pinter, A. (2017). Teaching young language learners (2nd ed.). Oxford University Press.
Rahmawati, E., & Sujono. (2021). Pengaruh media visual terhadap penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris, 10(2), 115–123.
Richards, J. C., & Rodgers, T. S. (2001). Approaches and methods in language teaching (2nd ed.). Cambridge University Press.
Scott, W. A., & Ytreberg, L. H. (1990). Teaching English to children. Longman.
Shin, J. K., & Crandall, J. (2014). Teaching young learners English: From theory to practice. National Geographic Learning.
Slattery, M., & Willis, J. (2001). English for primary teachers. Oxford University Press.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan. Alfabeta.
Suyanto, K. K. E. (2007). English for young learners. Bumi Aksara.
Tarigan, H. G. (2008). Berbicara sebagai suatu keterampilan berbahasa. Angkasa.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.
Wright, A., Betteridge, D., & Buckby, M. (2006). Games for language learning (3rd ed.). Cambridge University Press.
Yamin, M. (2013). Strategi dan metode dalam model pembelajaran. Referensi GP Press.
Yule, G. (2010). The study of language (4th ed.). Cambridge University Press.
Zainuddin, H. (2018). Pembelajaran bahasa Inggris untuk anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak, 7(1), 45–53.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rafidah Rohadatul Aisy, Jumanah, Fatimah Azzahra, Dwi Oktariani, Fitri Dwi Melani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Kontribusi : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Digazeebook Media
Akta Notaris Nomor 06 Tanggal 18 Desember 2021
Terdaftar Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
Nomor : AHU-0043239.AH.01.16 Tahun 2021
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


